Kamis, 26 September 2013

Teologia Pl STT IKSM SA

RASENSI BUKU

Nama              : Rani.A. Simbolon
Semester         : IV (Empat)
Mata Kuliah  : Tafsiran Perjanjian Lama 
Judul Buku    : Kitab-Kitab Sejarah
Pengarang      :L. Thomas Holdcroft
Dosen              : Pdt.M.P. Aritonang, M.Th


KITAB-KITAB SEJARAH
KITAB YOSUA
            Kitab Yosua merupakan kitab keenam dalam Alkitab, melanjutkan riwayat bangsa israel yang terhenti oleh kematian Musa. Dimana kitab Pentateukh mencatat sejarah Israel sampai masa bangsa itu berkumpul di lembah Moab yang terletak disebelah Timur sungai Yordan. Jadi para pengganti Musalah yang mencatat penyeberangan sungai Yordan dan penaklukan negeri yang dijanjikan.
Sifat dan tema kitab
            Kitab Yosua adalah sebuah kitab Militan, yang melaporkan kemenangan-kemenanganbangsa Israel dalam usaha menaklukkan dan memiliki  negeri Perjanjian. Kitan ini telah dsamakan dengan kitab Ksah Para Rasul  dimana masing-masing kitab ini menguraikan suatu umat yang telah mengetahui kebenaran,sedang mendesak masuk untk mengamankan warisan mereka dan memakainya dalam pelayanan Allah. 12 pasal yang mula-mula dari kitab Yosua meneritakan peristiwa-peristiwa penaklukan atas negeri itu. 12 pasal pembagian negeri diantara suku-suku Israel.
Pengarang kitab
            Menurut ayat pertama kitab ini Yosua disebutkan sebagai “pengganti Musa”. Ini dapat disimpulkan bahwa ia diperkenalkan sebagai orang yang mengumpulkan dan mencatat data yang dimuat dalam kitab ini. Dan pada saat itu Yosua beraa-sama dengan Kaleb (yang diselamatkan dalam pengembaraan dipadang Gurun) Bilangan 14:30.
Penyerbuan ke Palestina (pasal 1-5).
Tugas dan amanat yang diperoleh Yosua(pasal 1)
Kematian Musa tidak mengagetkan Allah karena ia memiliki Yosua yang siap untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Tetapi bukanlah pengganti Musa dalam segala hal , karena tidak seorangpun yang dapat kecuali Yesus Kristus yang dianggap sebagai pengganti pemberi hukum yang Agung bangsa Israel , tetapi Yosua dipilih untuk menggantikan Musa sebagai pemimpin bangsa didunia. Musa adalah seorang penberi hukum, sedangkan Yosua harus memimpin bangsa itu sebagai panglima mereka.
Rahab dan Dua pengintai (pasal 2)
Kota Yerikho adalah suatu rintangan yang hebat terhadap gerak maju Israel, dan kota itu perlu ditaklukkan sebelum daerah yang laindapat direbut. Karena itu salah satu tindakan pengukuhan Yosua adalah mengutus dua orang pengintai untuk mengintai kota itu. Ketika kehadiran kedua mata-mata ini dilaporkan kepada raja Yerikho, mereka akan ditangkap  kalau Rahab tidak menawarkan jalan keluar dan persembunyian bagi mereka. inti dalam cerita Rahab ini adalah penyertaan Tuhan yang begitu nyata memberkati dan melindungi Rahab bahkan kedua pengintai.
KITAB HAKIM-HAKIM
            Kisah bangsa israel dan kehidupan mereka ditanah perjanjian dilanjutkan dalam kitan ini. Akan tetapi, penaklukan dan kemenangan yang diperoleh Yosua diganti dengan laporan-laporan tentang penindasan dan kekalahan. Kitab hakim-hakim tidak memberikan kisah sejarah yang kronologis, tetapi menyajikan peristiwa-peristiwa yang terpilih menurut topiknya. Masa ini ini disebut “zaman kegeapan sejarah Israel” . diman bangsa Israel tidak berhasil menikmati kedamaian dan kemakmuran yang diinginkan Allah untuk mereka karena mereka gagal mematuhi ajaran-ajaran ilahi.
Sifat dan tema kitab
Para pemimpin Israel selama masa ini disebut “hakim-hakim” sesuai dengan versi septuaginta. Didalam kitab ini ada cacatan tentang 14 orang hakim yang memerintah dan membebaskan bangsa Israel. Dan hampir dalam setiap kasus pemerintahan seorang hakim dikaitkan dengan penyimpangan dari rencana Allah secara berkala  yang dilakukan bangsa Israel, diantaranya adalah:
a.       Suatu generasi yang saleh
b.      Keturunan yang bersifat acuh tak acuh secara rohani.
c.       Kemurtadan secara terang-terangan
d.      Hukuman Allah
e.       Pertobatan nasional dan suatu maasa kesalehan yang baru
f.       Dan seorang pelepas (hakim) yang disedikan Allah
Hukuman yang Allah izinkan dalam kasus setiap daur peristiwa kemurtadan diwujudkan dalam suatu penyerbuan yang bersifat menindas oleh bangsa-bangsa Kanaan yang merupakan tetangga Israel.
Uraian dari kitab ini:
Pada pasal 1:1-3:4  merupakan kata pengantar untuk kitab ini
1.      Kemenangan yang tidak rampung dari suku Yehuda (pasal 1)
2.      Kunjungan Malaikat (2:1-5) artinya seorang malaikat Tuhan agar dapat menyampaikan pikiran Allah.
3.      Rangkuman peristiwa-peistiwa (2:6-3:4), yang mengemukakan tentang tinjauan umum  yang meninjau kembali aliran peristiwa sejarah Israel, yaitu semacam penyataan filosofis mengenai sifat pokok sejarah Israel.
Pada pasal 3:5-16:31 tentang kemurtadan, penawanan dan pembebasan Israel. Dalam pasal ini akan diceritakan tentang kedudukan para hakim yang ada pada saat itu, diantaranya:
1.      Otniel, hakim yang diurapi (3:5-11)
2.      Ehud, hakim yang Kidal (3:12-30)
3.      Samgar, hakim dengan tongkat penghalau lembu (3:31)
4.      Debora dan Barak, para hakim yang memerintah bersamaan (4:1-5:31)
5.      Gideon, hakim Bulu domba (6:1-8:35)
6.      Abimelekh, hakim raja yang merampas kekuasaan (9:1-57)
7.      Tola, hakim  dari suku isakhar (10:1,2)
8.      Yair, hakim dari Gilead (10:3-5)
9.      Yefta, hakim yang diangkat dengan perjanjian (10:6-12:7)
10.  Ebzan, hakim dari Betlehem (12:8-10)
11.  Abdon, hakim keluarga (12:13-15)
12.  Simson, hakim yang perkasa (13:1-16:30)
Pasal 17-21 tentang Anarki di Israel. Bagian ini menjelaskan suatu masa yang kacau di Israel , tetapi ada dua peristiwa utama yang menonjol, yaitu:
1.      Suku dan mendirikan kota Dan (17:1-18:31)
2.      Nasib suku Benyamin (19:1-21:35)
KITAB RUT
            Peristiwa-peristiwa yang dipaparkan dalam kitab Rut ini berlangsung selama zaman para hakim. Kisah ini dikemukakan tidak menyebut-nyebut perselisihan dan perperangan, tetapi menjelaskan tentang berbagai pengalaman manusia yang normal dan emosi manusia yang dasar. Kitab Rut ini merupakan kitab yang menceritakan tentang kisah cinta yang tidak begitu banyak membicarakan hubungan antara seorang pemudi dan seorang pemuda, tetapi antar seorang wanita muda dengan ibu mertuanya. Kitab Rut sangat berharga karena ajaran-ajaran yang bersifat khas dan pelajaran-pelajaran yang praktis ada di dalamnya. Dalam kitab Rut ini ada empat peristiwa yang ada di dalamnya yaitu :
1.      Pilihan Rut (pasal 1)
2.      Rut berangkat untuk memungut jelai (pasal 2)
3.      Rut mendesakkan tuntutannya pada Boas (pasal 3)
4.      Perkawinan Rut dan Boas (pasal 4)

KITAB I & II SAMUEL
Kitab I Samuel pada dasarnya adalah sebuah laporan sejarah, sejarah yang ditulisnya dengan menekankan kebutuhan dasar akan kerohanian sejati untuk menjamin kesejahteraan jasmani. Penekanan utama kitab ini adalah status rohani para pemimpin dan rakyat mereka. Kebesaran dari tokoh-tokoh utama, seperti Samuel, Saul, dan Daud adalah sepadan dengan minat rohani. Persetujuan bahwa Samuel yang menulis kitab ini merupakan tradisi rabi, dan di dukung oleh Perjanjian Lama dan oleh Kristus. Yesus menerima pemuatan kitab ini dalam kanon dan keaslian kitab ini sewaktu Ia menggunakannya untuk membela tindakan para muridNya ketika memetik gandum pada hari sabat (Matius 12:3). Kitab ini ditulis dalam tahun-tahun terakhir kehidupan Samuel, pada waktu Daud bersiap-siap untuk menerima takhta kerajaan. Kata kunci I Samuel adalah “berdoa” (doa) dengan pemikiran bahwa kebutuhan rohani yang paling ditekankan dalam kitab ini. Ayat kunci yang cocok untuk kitab ini adalah (12:23a), Mengenai aku, jauhlah daripada untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu.
Dalam naskah Ibrani yang asli I dan II Samuel merupakan satu kitab. Kitab II Samuel kurang bersifat sejarah, dan lebih bersifat biografi di bandingkan dengan kitab I Samuel. Realitas kehidupan rohani dan rasa persekutuan pribadi dengan Allah sangat ditekankan dalam kitab II Samuel. Kitab ini kadang-kadang disebut “Kitab Raja” karena hampir seluruh kitab ini mengenai Raja Daud. Kata ‘raja’ ditemukan sebanyak 278 kali dalam kitab ini. raja Daud mendapati bahwa apapun juga status seseorang dalam hidupnya, ia harus terus menerus hidup dekat dengan Allah. Ia belajar bahwa akibat-akibat kegagalan sangat jauh dampaknya bagi segala manusia, apakah mereka itu raja atau orang biasa. Alkitab menunjkan fakta bahwa sejak Daud berbuat dosa yang hebat itu sampai pada kematiannya, ketidakbahagiaan dan kesulitan membuntuti langkah-langkahnya dan kunci kitab ini ialah di hadapan Tuhan di temukan dalam II Samuel 5:12.
 Nilai kitab ini terutama berfaedah karena pelajaran-pelajaran moral yang dikemukakan dua kebenaran yang menonjol yaitu : pertama, Dampak dosa seorang beriman jauh melebihi dampak dosa orang lain. Kedua, meskipun dosa diampuni dosa itu dapat juga dihukum. Kitab II Samuel mengandung pengertian Mesianis yang patut dierhatikan karena Daud merupakan tokoh utama dalam nubuat Mesianis. Keturunan Daud kerap kali disebut dalam keternagan-keterangan tentang Kristus.
KITAB I & II RAJA-RAJA
Dalam kanon bahasa Ibrani I&II Raja-raja merupakan satu kitab, dan digolongkan kitab nabi-nabi yang terdahulu. Kedua kitab Raja-raja menceritakan seluruh cerita tentang berkembangnya kerajaan Israel, dan kemudian terus-menerus merosot sampai akhirnya dihancurkan oleh tentara penyerbu. Meskipun hanya satu kali Kitab Riwayat Salomo, satu teori yang masuk akal berpendapat bahwa pasal 1 sampai dengan pasal 11 dalam kitab I Raja-raja berasal dari sumber kitab Tawarikh. Kitab I Raja-raja adalah sebuah laopar sejarah tentang kerajaan Israel dari saat kematian Daud sampai pemerintahan Ahab dan Yosafat. Maksud utama dari kitab I & II Raja-raja bukanlah untuk memaparkan sejarah, tetapi sebaliknya, agar dari sejarah itu dapat dibuktikan kenyataan bahwa tangan Allah yang memelihara sedang bekerja dalam umatNya.
 Demikian para ahli berusaha untuk menetapkan bahwa pengarang kitab Raja-raja bukanlah seorang yang berhubugan dengan kitab-kitab Samuel yang lebih awal, melainkan adalah orang yang menyaksikan pembuangan ke Babel, dan yang mungkin turut mengalami pembuangan itu. Seorang terkemuka yang memenuhi syarat di  atas dan yang disokong sebagai pengarang oleh tardisi, yang termasuk Tamlud, adalah Yeremia. Alasan-alasan mengenai pernyatan itu adalah: pertama, kitab I, II Raja-raja dan kitab Yeremia mencantumkan ayat-ayat yang sejajar  yang hampir identik misalnya: cerita tentang kejatuhan Yerusalem, II Raja-raja 24:18-25:30 dan Yeremia 52:1-34. Kedua, terdapat kata-kata bahasa Ibrani yang khas ditemukan hanya dalam dua kitab ini misalnya “buli-buli” dalam I Raja-raja 14:13 dan Yeremia 19:1 atau kata yang khusus untuk  “menyembunyikan  diri” (kata Ibraninya chabah) dalam I Raja-raja 22:25 dan Yeremia 49:10. Ketiga suatu minat yang khusus terdapat kitab-kitab Pantateukh menjadi hal yang umum dalam kedua kitab.
Kata kunci dari kitab ini adalah “seperti Daud, ayahnya.” Kata-kata ini atau setara dengan itu, terdapat sekurang-kurangnya  25 kali dalam I Raja-raja. Nilai kitab I Raja-raja dengan rincicn yang teliti  menurut sejarah bangsa Israel dan takhta Daud yang mempunyai hubungan penting dengan perjanjian ilahi. Kisah terbaginya kerajaan Israel menyusul kematian Salomo, tentu saja merupakan peristiwa pokok yang harus diingat untuk seluruh bagian lain dari sejarah bangsa itu. Cerita-cerita dari kitab ini memberikan latar belakang untuk pelayanan para nabi, dan dengan demikian memberikan keterkaitan dan penerapan dalam zamannya.
KITAB-KITAB TAWARIKH
Dalam kanon bahasa Ibrani kedua kitab Tawarikh dilestarikan sebagai satu kitab sampai tahun 1517. Sampai masa itu judul kitab Tawarikh dalam bahasa Ibrani diterjemahkan dengan berbagai cara sebagai “Tawarikh Zaman” atau “peristiwa-peristiwa Zaman.” Kanon bahasa Ibrani menghubungkan Tawarikh dengan Ezra-Nehemia (yang merupakan satu kitab dalam kanon itu) dan Daniel. Alkitab tidak menyebutkan nama penulis kitab-kitab Tawarikh. Akan tetapi, menurut anggapan banyak orang, termasuk para ahli tradisi Yahudi, kitab-kitab ini disusun oleh Ezra, terkecuali bagian-bagian yang berkenaan dengan kematiannya. Ezra secara langsung melanjutkan kisah dari kitab Tawarikh.
Hubungan antara kitab Ezra dan kitab Tawarikh dapat dinyatakan sebagai berikut:
a)      Kedua kitab tersebut kadang kala menggunakan istila-istilah Kasdim.
b)      Kedua kitab menyebut sebuah mata uang Persia yang dikenal dengan dram atau dirham (I Tawarikh 29:7;Ezra 2:69).
c)      Kedua kitab menggunakan frase yang sama ketika mengutip Taurat, “sesuai dengan peraturan yang berlaku” (I Tawarikh 23:31;Ezra 3:4).
d)     Kedua kitab itu menulis dari segi keimaman.
e)      Gaya sastra dalam keduanya sangat mirip.
Dalam penyajian yang bersifat sejarah, kitab-kitab Tawarikh hampir semata-mata berbicara tentang kerajaan Yehuda. Pemikiran utama penulis ingin sekali mengagungkan Allah dan memberinya tempat yang pantas iantara  umatNya. Ayat-ayat kunci adalah, “Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal daripadaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan- Mulah kekuatan dan kejayaan”(I Tawarikh 29:12) atau “Percayalah kepada Tuhan, dst (II Tawarikh 20:20). Ayat-ayat ini mengemukakan kebenaran bahwa Allah berdaulat dan bahwa berkat serta nilai dalam hidup ini ditemukan melalui pelayanan dan pengabdian yang penuh ketaatan kepadaNya. Kitab ini merupakan suatu penyingkapan berharga tentang kata-kata dan pemikiran ilahi yang mendasari fakta-fakta sejarah yang telah diketahui. Juga mendaftarkan serangkaian dan pembagian para imam orang Lewi, serta melaporkan prosedur dalam melaksanakan ibadah umum pada masa pemerintahan Daud, Salomo, Hizkia, dan Yosia.

KITAB EZRA
Kemudian kitab Ezra melanjutkan kisah yang terhenti dalam kitab Tawarikh dan mengembangkan cerita tentang kembalinya bangsa Yehuda ketanah Kanaan. Kitab tersebut mendapat namanya dari fakta bahwa riwayat hidup Ezra diceritakan dalam pasal 7 sampai pasal dengan pasal 10. Tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa yang sezaman dengan kisah yang diuraikan dikitab Ezra adalah Nehemia, Ester, Hagai, Zakharia dan Maleakhi. Kitab ini menambahkan sejumlah ciri yang berhubungan dengan Tawarikh yang mencakup: penghormatan luar biasa terhadap Taurat Allah, minat terhadap upacara dibait suci, perhatian terhadap kelompok-kelompok musik diantara kaum Lewi, dan penyebutan secara cermat nama para peserta dalam berbagai peristiwa keagamaan.
Kitab Ezra merupakan sejenis catatn harian atau laporan jurnal tentang dua kali pemulangan orang-orang Yahudi yang menjadi tawanan ketanah air mereka. Pasal 1 sampai pasal 6 memeparkan kembalinya bangsa Yahudi dibawah pimpinan Zerubabel dan Yesua, sedangkan pasal 7 sampai pasal 10 menguraikan kembalinya bangsa Yahudi dibawah pimpinan Ezra sendiri. Kitab ini menenkankan bahwa peristiwa-peristiwa yang dipaparkannya adalah hasil dari penggenapan firman Tuhan. Ezra dengan sangat hidup memperlihatkan kesetiaan Allah dalam mempertahankan Firman-Nya dan secara wajar mengemukakan keperluan mutlak untuk taat pada firman Allah dalam segala situasi kehidupan. Pada waktu umat Allah berada dalam hubungan yag benar dengan-Nya, maka Firman-Nya akan menjangkau seluruh kehidupan mereka, yang mencakup bidang agama, sosial, dan pemerintahan.

KITAB NEHEMIA
Antar kitab Ezra dan kitab Nehemia terdapat selang waktu singkat sekitar 12 tahun. Dua kitab tersebut mestinya bersama-sama, dan sebagaimana telah dikatakan dalam kitab suci bahasa Ibrani, keduanya merupakan satu kitab. Kitab Nehemia khususnya menceritakan riwayat Hidupny, sekalipun keberuntungan sisa umat Yahudi yang ada di Paetina berkaitan erat dengan kehidupannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar